USB FlashDisk lambat di SuSE 10

•April 18, 2007 • Leave a Comment

Pada Suse 10 terdapat masalah pada akses ke flashdisk. Flashdisk memang dapat dikenali, tetapi lemotnya ampuun deh klo mengcopy banyak file (coba aja copy 1000 file walaupun ukurannya masing2 cuma 10 kb).

Pada Suse10.1 sepertinya masalah itu sudah diselesaikan, tapi pada SuSE 10.0 belum.

Pemecahan masalahnya (thanks to Andreas Schneider and Danny Kukawka!):
Catatan : Perintah dibawah ini harus dieksekusi oleh root

Buat direktori /usr/share/hal/fdi/policy/95userpolicy dengan perintah mkdir (opsi -p membuat parent direktori-nya sekalian):

mkdir -p /usr/share/hal/fdi/policy/95userpolicy/

Catatan : direktori /usr/share/hal/fdi/policy sudah ada sebelumnya, jadi kita hanya membuat direktori 95userpolicy.
Buat sebuah file dengan nama nosync.fdi dengan menggunakan perintah touch:

touch /usr/share/hal/fdi/policy/95userpolicy/nosync.fdi

Lalu edit file nosync.fdi tadi dengan editor favorit (bisa dengan vi, kate, gedit, atau mcedit).

vi /usr/share/hal/fdi/policy/95userpolicy/nosync.fdi

Lalu masukkan kode berikut ini:


<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<deviceinfo version="0.2">
<device>
<!-- disable sync for mount -->
<match key="block.is_volume" bool="true">
<match key="volume.fsusage" string="filesystem">
<match key="@info.parent:storage.bus" string="usb">
<merge key="volume.policy.mount_option.sync" type="bool">false</merge>
</match>
</match>
</match>
</device>
</deviceinfo>

Lalu simpan.

Setelah itu restart servis HAL dengan perintah:

rchal restart

Output dari perintah restart servis HAL:
Shutting down HAL daemon done
Starting HAL daemon done

Selesai deh, mudah2an bermanfaat

diambil dari : http://egofanatic.com/linuxonlaptops/Dell600m.php#SlowUSB

Split & Join File di linux

•April 9, 2007 • 4 Comments

1. Splitting File


Kadang ketika kita ingin menyalin sebuah file ke dalam media (misalnya disket, CD-R, DVD-R atau yang lainnya) terhambat oleh besarnya file yang mungkin tidak tertampung oleh media tersebut.
Misalkan kita ingin memasukkan suatu file (misalkan nama filenya : test.abc) yang berukuran 950 MB ke dalam media CD-R.
Bisa saja kita mengcompress file tersebut terlebih dahulu, namun bagaimana jika file terebut adalah file yang telah tercompress? :)
Kita tentu tahu CD-R standar secara umum rata2 memiliki kapasitas +/- 700 MB.
Nah bagaimana agar file tersebut bisa kita masukkan kedalam CD-R?
Kita dapat menggunakan utility yang bernama “split” yang ada di linux.
Cara penggunaannya pun cukup sederhana, berikut syntaxnya:
split -b size filename filename_splitted
contoh realnya:
split -b 650m test.abc test.abc.part
penjelasan : Dengan perintah di atas kita akan memecah file test.abc menjadi 650m (650 megabytes) dan disimpan di file test.abc.partxx. Dikarenakan ukuran file asli adalah 950MB maka akan terbentuk dua file yaitu
test.abc.partaa dengan ukuran file sebesar 650 MB
test.abc.partab dengan ukuran file sebesar 300 MB
tambahan : untuk ukuran file kita bisa memasukkan b -> bytes atau k -> kilobytes, atau bisa juga m -> megabytes
Setelah proses split selesai kita tinggal menjalankan program CD-Burning favorit untuk memasukkan dua file tersebut kedalam CD.

2. Joining Splitted File


Setelah kita berhasil memecah file test.abc tadi, bagaimana cara menggabungkannya? Cara menggabungkannya pun cukup mudah dan ada beberapa cara, salah satu cara yang bisa kita pakai adalah dengan menggunakan perintah cat. :)
(dengan asumsi file test.abc seperti di atas)
cat test.abc.part* >> test.abc
penjelasan : Dengan perintah di atas berarti kita akan menggabungkan semua file yang diawali dengan nama test.abc.part menjadi satu file bernama test.abc

Mudah2an bermanfaat.
NB: Sebenarnya kita bisa menggunakan utility shareware RAR (WinRAR klo di windows) dari rarlab.com untuk menjalankan dua proses diatas + compress, tapi harus di download dulu :) . Sedangkan split & cat terdapat dalam package coreutils pada instalasi linux (yang biasanya sudah di include kan) :)

::manythanxtobramsifo rtheknowledge::

Akhirnya, data itu kembali…

•March 30, 2007 • Leave a Comment

Dua minggu yang lalu salah satu server (SERVER05) di kantor tidak bisa diambil filenya oleh bagian IT Operasional.
Setelah dicek ternyata permasalahannya karena login ke domain nya ditolak, walaupun user&passwordnya sudah dimasukkan dengan benar.

Aneh…
Dicoba dengan merestart server05 sekarang malahan untuk login saja tidak bisa…he..he..he.. (karena loginnya menggunakan authentikasi domain, sedangkan password lokalnya ngga ada yang tau:D).
Setelah dicoba berulang2, tetap tidak bisa. Setelah diingat2 lagi ternyata untuk PDC (Primary Domain Controller) telah dipindahkan ke LDAP di Debian dari PDC di windows NT. Hmm.. mungkin ini penyebabnya.
Tetapi komputer lain tidak bermasalah dengan migrasi PDC ini yang dilakukan oleh master Bramsi.

Akhirnya dicoba dioprek dengan master Ryan dengan mencopot kabel LAN di LDAP (uppss.. :P ) dan memasang kembali kabel LAN di PDC NT. jreng.. lancaar.
Lalu setelah masuk ke windows nya di disjoin deh dari domain lalu minta restart jawab YES(nah disinilah kesalahan fatalnya).

Mimpi buruk dimulai :) )
Setelah restart (saat komputer mulai booting) baru ingat bahwa password lokalnya belum diganti kan? aduh.. tapi keingetan CD recovery password yang pernah download di http://home.eunet.no/~pnordahl/ntpasswd.
Tapi sebelum merecovery password dicoba dulu login manual. Setelah dicoba… emh, bener ngga bisa masuk dengan password admin yang lain.

Akhirnya dicoba dengan CD recovery password pnordahl…
terusin ntar ah tulisannya capee…

Hello world!

•March 27, 2007 • 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!